Solusi presensi digital terintegrasi untuk SMA Kyai Haji Saepudin Zuhri. Pantau kehadiran siswa dan guru secara akurat, efisien, dan real-time.
Scan · Catat · Pantau
Akurasi Presensi
Kelas Aktif
Pengguna Aktif
Akses Real-time
Dirancang khusus untuk kebutuhan presensi sekolah modern dan efisien
Guru scan kartu QR siswa secara langsung. Cepat, akurat, dan bebas dari kecurangan presensi.
Pengajuan izin sakit dan keperluan lainnya secara digital dengan alur persetujuan terstruktur.
Rekap kehadiran harian, mingguan, dan bulanan yang dapat diekspor ke PDF atau Excel.
Kelola pengajuan dan persetujuan guru pengganti langsung dari sistem dengan mudah.
Pantau seluruh aktivitas kehadiran sekolah dalam satu tampilan yang mudah dipahami
Visualisasi data kehadiran dalam grafik yang informatif.
Informasi keterlambatan tersaji otomatis dan real-time.
Unduh laporan dalam format PDF atau Excel kapan saja.
Menghadirkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan kehadiran SMA Kyai Haji Saepudin Zuhri
Proses presensi QR Code jauh lebih cepat dibanding absensi manual konvensional.
Minimalkan kesalahan pencatatan dengan validasi otomatis dari sistem digital.
Kepala sekolah dapat memantau kehadiran guru dan siswa langsung dari dashboard.
Seluruh rekap tersimpan rapi dan dapat diakses kapan saja untuk keperluan pelaporan.
Mulai gunakan sistem presensi QR Code untuk seluruh sivitas SMA Kyai Haji Saepudin Zuhri
Pertanyaan yang sering diajukan seputar sistem presensi digital
Guru membuka sesi pertemuan lalu melakukan scan kartu QR masing-masing siswa. Siswa yang ter-scan otomatis tercatat hadir. Siswa yang tidak ter-scan hingga sesi ditutup akan tercatat alpha secara otomatis.
Guru dapat membuka daftar siswa dalam sesi dan mengubah status secara manual menjadi Sakit atau Izin selama sesi masih aktif.
Sistem dapat diakses oleh Admin, Guru, Siswa, dan Kepala Sekolah. Masing-masing memiliki hak akses yang berbeda sesuai peran.
Laporkan kepada admin sekolah. Admin dapat menonaktifkan kartu lama dan menerbitkan kartu QR baru untuk siswa tersebut.
Ya. Setiap kartu QR bersifat unik untuk masing-masing siswa dan hanya dapat dibaca oleh sistem yang terotorisasi.